Puasa Tidak Sahur? Apakah Puasanya Sah atau Tidak? Begini Penjelasannya
Puasa adalah salah satu ibadah utama dalam Islam, terutama di bulan Ramadhan. Dalam pelaksanaan ibadah puasa, terdapat amalan-amalan sunah lain yang turut menyertainya, salah satunya sahur.
Sahur adalah makan dan minum yang dilakukan sebelum waktu fajar sebagai persiapan untuk menjalankan puasa. Sahur bukanlah syarat sah puasa, melainkan sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda :- “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rasulullah menganggap penting makan sahur dan memerintahkannya, namun perintah makan sahur ini tidak sampai derajat wajib. Sehingga orang yang puasa namun tidak makan sahur maka hukum puasanya tetap sah.
Hukum Puasa Tanpa Sahur dalam Islam
Salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah “apakah puasa tetap sah jika kita tidak sahur?”
Berdasarkan pandangan mayoritas ulama, puasa tetap sah meskipun tanpa sahur, karena sahur bukanlah syarat sahnya puasa, melainkan sunnah yang sangat dianjurkan.
Dikutip dari an-nur.ac.id, Menurut empat madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali), puasa tanpa sahur tetap sah asalkan ada niat dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Sahur bukanlah rukun puasa, melainkan syarat sunah yang dianjurkan. Jadi, tidak sahur tidak mempengaruhi keabsahan puasa.
Dalam ajaran Islam, syarat sah puasa adalah:- Niat sebelum fajar.
- Menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.
Namun, tidak sahur juga tidak disarankan karena berarti meninggalkan sunah Nabi SAW dan keberkahan yang terkandung di dalamnya. Selain itu, tidak sahur juga dapat menyebabkan kesulitan dan kelemahan dalam menjalankan puasa dan aktivitas sehari-hari.
Hikmah Makan Sahur saat Berpuasa
Terlepas dari hukum sahur yang bersifat sunah, sahur sebaiknya tetap dijalani lantaran terdapat sejumlah keistimewaan di dalamnya. Berikut ini beberapa hikmah makan sahur saat hendak berpuasa:
1. Sahur mengandung berkahMakan sahur tidak hanya mampu menghadirkan tenaga untuk aktivitas di siang hari ketika sedang berpuasa. Di dalamnya juga terdapat berkah sebagaimana sabda Rasulullah Saw. berikut:
- "Bersahurlah kalian, karena di dalam sahur ada berkah," (HR. Bukhari No 1789).
Makan sahur juga bisa menjadi pembeda dengan para Ahlul Kitab (kaum Yahudi dan Nasrani). Dari Amru bin Ash diceritakan bahwa Rasulullah Saw. bersabda sebagai berikut:
- "Perbedaan antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab adalah makan sahur," (HR. Muslim No 1836).
Rasulullah SAW senantiasa selalu mendoakan orang-orang yang melaksanakan sahur. Diriwayatkan dari As-Saib bin Zaid Ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
- "'Sebaik-baik hidangan sahur adalah kurma.' Rasulullah SAW lalu berdoa, 'Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur,'" (HR. At-Thabarani).
Adab dan Anjuran Saat Sahur
Agar lebih maksimal, ada beberapa adab dan sunnah dalam melakukan sahur yang bisa diterapkan:- Makan Sahur Walaupun Sedikit: Jika tidak sempat makan banyak, cukup dengan seteguk air atau sebutir kurma.
- Mengakhirkan Sahur: Dianjurkan untuk sahur mendekati waktu imsak, tetapi tetap menyisakan sedikit waktu sebelum adzan Subuh.
- Membaca Doa dan Berzikir: Gunakan waktu sahur untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sahur tidak harus dengan makanan yang bermacam-macam. Kalaupun tidak menemukan makanan walaupun hanya seteguk air putih, asalkan diniatkan sahur, maka kita sudah mendapatkan keutamaan sahur tersebut.
Kesimpulannya, hukum sahur adalah sunah. Berpuasa tanpa makan sahur tidak berpengaruh pada keabsahan puasanya, hanya saja tidak mendapatkan pahala atau keutamaan sahur yang disunahkan. Wallahu a’lam.
