Bacaan Niat Puasa Ramadhan Yang Benar : Arab, Latin dan Artinya
Memasuki bulan Ramadhan, di mana di dalamnya diwajibkan seluruh muslim untuk berpuasa, niat menjadi sebuah keharusan untuk kita ketahui.
Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah satu ibadah yang dianjurkan selama bulan suci ini adalah sahur, yaitu makan sebelum terbit fajar untuk memberikan energi dalam menjalankan puasa sepanjang hari.
Selain mengonsumsi makanan yang bergizi, umat Islam juga dianjurkan untuk membaca niat sebelum menjalankan ibadah puasa. Membaca niat sahur bukan hanya sekadar formalitas, tetapi juga sebagai bentuk kesungguhan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Mengingat niat menjadi rukun atau syarat sah puasa, mari kita bahas bagaimana niat puasa, baik dalam teks arab, latin dan terjemahannya.
Pentingnya Membaca Niat Puasa
Melansir dari website MUI, sebagian ulama menganggap bahwa niat termasuk rukun; ulama lain melihat niat sebagai suatu syarat sah dalam menjalankan ibadah puasa.
Dalam konteks ibadah, niat merupakan wujud melaksanakan suatu amaliyah atas ketaatan perintah Allah SWT, serta dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepadanya.
Sulaiman Al-Bujairimi (w. 1221 H) dalam Hasyiyatul Iqna’ (Juz II) menegaskan,-
ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر
Artinya: “Disyaratkan memasang niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits,”
Sebagai Muslim, kita mesti melafalkan niat untuk setiap amalan agar apa yang kita lakukan nanti bernilai amalan yang dapat mendatangkan pahala.
Lengkap Niat Puasa Ramadhan, Hafalkan!
Melansir dari nuonline, terdapat beberapa redaksi niat puasa menurut beberapa kalangan ulama. Di sini, kita akan mempelajari beberapa redaksi yang sudah masyhur. Begini beberapa redaksinya,
1. Niat Puasa Harian
Arab | Latin | Terjemahan |
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى | Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala | “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.“ |
2. Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh
Arab | Latin | Terjemahan |
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى | Nawaitu shauma jami’i syahri Ramadhana hadzihis sanati taqlidan al-imami Malik fardhon lillahi ta’ala | “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah Taala” |
Waktu dan Cara Membaca Niat Puasa Ramadhan
Menurut mayoritas ulama, niat puasa harus dilakukan sebelum terbit fajar. Ada dua cara dalam membaca niat puasa Ramadhan:- Setiap Malam: Niat diucapkan setiap malam sebelum tidur atau sebelum waktu sahur.
- Sekaligus untuk Sebulan: Sebagian ulama memperbolehkan niat puasa dilakukan sekaligus untuk satu bulan penuh di awal Ramadhan.
Apa Hukum Membaca Niat Puasa Ramadan?
Niat dalam ibadah puasa adalah wajib hukumnya. Meski demikian, ada yang berpendapat bahwa niat puasa ini tidak selalu harus diucapkan secara lantang, dalam hati saja cukup.Bahkan, ada pendapat yang menyatakan bahwa terbesit tekad untuk melakukan puasa saja sudah bisa diklasifikasikan sebagai niat.
Sebagaimana dinyatakan dalam buku Al-Fiqh Al-Islami:
- "Makan sahur tidak dengan sendirinya dapat menggantikan kedudukan niat, kecuali apabila terbersit (khathara) dalam hatinya maksud untuk berpuasa." (al-Fiqh al-Islami, III, 1670-1678).
Puasa Ramadhan adalah ibadah wajib yang memerlukan niat. Niat puasa bisa dibaca setiap hari atau untuk satu bulan penuh. Waktu membaca niat adalah sebelum fajar.
Selain niat, ada tata cara puasa yang perlu diperhatikan, seperti makan sahur, menahan diri dari dosa, menjaga diri, dan menyegerakan berbuka.
Dengan menjalankan puasa sesuai dengan tuntunan, diharapkan umat Muslim dapat meraih keberkahan di bulan Ramadhan.
Selamat Menjalankan Ibahdah Puasa Ramadhan 2025 :)
